tarif tol naik serpong naik!!
aaakh..tarif tol naik lagi!! Saya disini sebagai salah satu warga yang tinggal di kawasan Serpong tentunya sangat sangat tidak setuju dan kecewa dengan keputusan yang diambil pemerintah. Pemerintah mulai menerapkan tarif sistem terbuka jauh - dekat di ruas tol JORR (Jakarta Outer Ring Road /Tol lingkar luar Jakarta). Semula tarif untuk kendaraan yang melalui JORR bervariasi tergantung di gerbang tol mana kendaraan keluar. Penerapan sistem terbuka jauh - dekat adalah bagian dari kenaikan tarif tol rata-rata sebesar 22% di 13 ruas tol.
Sebelum diterapkannya sistem terbuka di JORR, kendaraan dari arah BSD atau Bintaro akan dikenakan tarif Rp.2000 jika keluar di gerbang tol Veteran. Biaya ini belum termasuk biaya ruas BSD - Pd.Ranji sebesar Rp.3000. Demikian juga kendaraan dari Bintaro, belum termasuk biaya Rp.1000 untuk ruas PdAren - PdRanji.
Dengan diberlakukannya sistem terbuka jauh – dekat di JORR maka tarif untuk gol I Rp.6000, IIA Rp.7000 dan IIB Rp.8500. Untuk kendaraan gol I dari arah BSD yang keluar di pintu tol JORR manapun akan dikenakan tarif Rp.10.500. Sementara go lIIA Rp.15.500 dan IIB Rp.18.500. Tarif baru sudah termasuk ruas BSD – Pd Ranji yang dibayar sekaligus di gerbang tol Pd Ranji. Berarti kenaikan yang dirasakan pengguna ruas ini lebih dari 100%.
Beuuhh…dari bsd mo ke jakarta aja musti ngeluarin duit Rp.11.000 per hari atau Rp.242 ribu per bulannya. Edan eling ini mah namanya… Aaaakh..pemerintah yang aneh!!!
Beberapa penggalan berita dari koran kompas yg saya baca kemarin:
Umumnya para pengguna Tol Serpong-JORR tidak bisa menerima bahwa mereka harus membayar tarif tol Rp 10.500 di Gerbang Tol Pondok Ranji. “Saya ini profesor doktor, S-3. Pejabat yang menetapkan tarif
tol enggak becus. Tak bisa hitung tarif tol dengan benar,” umpat seorang pengguna tol dengan nada tinggi.
Ada juga yang nyeletuk, “Jasa Marga perampok.” Atau bernada ancaman, “Belum pernah dibom, ya, gerbang tol ini?” Nada makian lainnya mengarah kepada pejabat negara yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat, merampas duit rakyat, ataupun hanya bisa korupsi. Perlakuan pengguna tol terhadap personel penerima uang tol memang cenderung kasar. Ada yang melemparkan uang tol ke jalan sambil mengeluarkan kata-kata kotor. Bahkan, ada yang meludahi uang tol itu
lebih dahulu.
Hohohoho…saya hanya bisa ketawa membaca tulisan itu..seandainya saya pemilik mobil yang lewat tol itu tiap hari, mungkin saya juga marah seperti mereka. Pemerintah tolonglah agar dilihat kembali keputusan itu, apakah cocok kondisi masyarakat indonesia saat ini?? Mungkin di luar negeri memang tarif tol sangat mahal, akan tetapi kan pendapatan perkapitanya di negeri mereka berbeda tentunya dengan di Indonesia… Mohon aspirasi masyarakat lebih dinomorsatukan!!!
Filed under: chit_chat

RSS feed for comments on this post
TrackBack URI



